PaperArtist_2014-08-24_03-40-47

Home

Tentang Penulis

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia Tahun 2005 dengan predikat Cumlaude.
Lulusan Audencia, School of Management Tahun 2007 program International Master on Management.
Memiliki sertifikat  Global Information Assurance Certification Legal (GLEG) bidang Law of Data Security & Investigation dari SANS Institute Tahun 2014.

Tentang Website

Anda harus membuka dan membaca halaman Webterms sebelum Anda membuka atau membaca bagian lain dari website ini.

Cyberspace, cybercrimes dan cyberlaw merupakan terminologi-teminologi yang semakin popular dibahas di berbagai media baik cetak maupun elektronik, oleh pengamat dalam surat kabar, akademisi dalam berbagai jurnal ilmiah, termasuk dalam pemerintah dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. Ketiganya merupakan unsur-unsur pembentuk teknologi komunikasi dan informatika.

Pada dasarnya, setiap teknologi diciptakan untuk memenuhi suatu kebutuhan tertentu manusia. Setelah diciptakan, teknologi juga dikembangkan agar dapat semakin efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan yang dimaksud; teknologi yang lamapun akan ditinggalkan. Akan tetapi setelah teknologi itu diciptakan atau dikembangkan, penggunaan teknologi tersebut dapat sesuai dengan tujuan penciptaan dan pengembangannya maupun diluar tujuan awalnya. Demikian pula dengan teknnologi komunikasi dan informatika.

Teknologi  komunikasi dan informatika yang ada saat ini merupakan hasil pengembangan teknologi-teknologi sebelumnya, khususnya teknologi komputer, telekomunikasi, dan internet. Saat ini, teknologi yang dimaksud sudah terjelma dalam laptop, komputer PC, handphone, atau gadget lainnya yang memudahkan masyarakat dunia untuk berinteraksi dan melakukan transaksi.

Cyberspace berbicara tentang dunia elektronik – ruang virtual dimana orang dapat hadir tanpa perlu eksistensi secara fisik; keberadaan serta aktivitas manusia diwujudkan melalui 0 dan 1. Pikirian, niat, dan emosi seseorang dapat diwujudkan melalui bits. Akan tetapi, sama seperti dunia real, dalam cyberspace juga banyak terjadi kejahatan-kejahatan yang lebih sering disebut cybercrimes. Kejahatan dalam ruang virtual dapat berupa kejahatan konvensional atau tindakan-tindakan orang yang kemudian dikriminalisasi sebagai bentuk kejahatan baru yang hanya mungkin terjadi di ruang virtual. Oleh karena itulah diperlukan cyberlaw, aturan atau norma hukum yang diterapkan dalam cyberspace untuk menjaga ketertiban masyarakat termasuk member sanksi kepada pelaku kejahatan.

Pembahasan hukum siber di Indonesia masih sangat terbatas. Ada begitu banyak bidang dalam hukum siber Indonesia yang dapat dikembangkan. Website ini berisi ide dan gagasan serta permenungan mengenai berbagai aspek hukum siber.